|
Bukan hal yang asing lagi jika setiap orang menginginkan kesehatan yang baik bagi tubuh mereka. Sehat adalah modal untuk memulai berbagai aktivitas. Dengan tubuh yang proporsional, olahraga, nutrisi yang baik serta istirahat yang cukup maka tidak saja sekedar sehat, tetapi kondisi bugar dan tubuh ideal. Namun pertanyaannya, dimasa yang serba instant, gencarnya fastfood berkembang di Indonesia serta kurangnya waktu luang, akankah kita mampu menerapkan pola hidup sehat? Yang terjadi saat ini justru 7 dari 10 orang di dunia menderita kegemukan atau obesitas...
Cemas dan putus asa karena menderita kegemukan telah saya alami sendiri. Yang lebih menyakitkan lagi adalah karena saya seorang Dokter, yang mengetahui konsep kesehatan dan nutrisi. Kecewa karena tidak bisa memakai dan membeli baju favorit karena tubuh yang oversize pernah saya alami. Rasa kurang nyaman akibat gumpalan lemak yang tampak tumpah pada bagian perut membuat saya kehilangan rasa percaya diri.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Dokter masa depan tidak lagi memberi obat.
Namun menempatkan kepentingan pasien dalam rangka bimbingan kemanusiaan, bimbingan masalah pola makan, penyebab serta pencegahan penyakit
(ThomasAlva Edison)
Dalam praktek sehari-hari, saya sering dihadapkan pada pasien yang mempunyai masalah dengan hipertensi, hiperkholestrol, hiperglikemia dan lain sebagainya. Ataupun juga berbagai keluhan yang diutarakan pasien mulai dari pusing, capek, dan nyeri sendi. Dan angka kejadian penyakit ini kian meningkat tiap harinya di tempat praktek saya. Selama ini Kita (Dokter) hanya memberikan terapi obat. Bila nyeri diberikan obat pereda rasa nyeri, bila tensi darah meningkat, diberi obat untuk menekan tekanan darah. Namun selama ini kita telah mengabaikan mengapa semua itu bisa terjadi.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
|